Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Jika Hanya Bayang

Posted by Cah@Ijo 4.13.2009




Adalah bayang-bayang

yang bermain dengan keraguan

tanpa kau ada, aku sendiri

dengan rindu yang terbakar



jika sunyi ku artikan

resah angin

risau daun

bayangan mu

dan Aku



jika sepi ku maknai

kerikil

simpang jalan

harap mu

gundah ku



Jika

tak berarti apa,

tak bermakna apa



hanya...jika

bayangku menjadi rupa

kecup aku

peluk hingga bumi sirna




11-04-09 - Cah@ijo (andre khan)



Special thanks..JALOE utk bingkai puisi ini.

read more “Jika Hanya Bayang”

Dalam Cermin ku, persegi

Posted by " Andre Khan " 4.06.2009

Camera menyorot seorang nenek tua keliling bawa sanggul tua.
Tiap bertemu seseorang, Nenek tawarkan Sanggul tua, seharga Rp.20.000,-.
Sanggul ini harga duapuluh ribu dan uangnya saya beli obat suami yang sakit.

Tolong bu, saya tidak punya harta lain.
Hanya ini, sanggul tua ini.

Maaf, untuk apa sanggul itu? saya punya banyak.
Jawab ibu cantik pemilik salon di ambang pintu.

Tapi saya butuh duapuluhribu untuk suami sakit
Tolong bu.

Maaf.

Tolong pak duapuluhribu saja.
Untuk menebus resep suami

Lho suami sakit koq kesaya?
Sahut pemilik kelontong di ujung jalan

Saya tidak minta, saya tukar dengan ini
Hanya ini yang dapat diuangkan.

Wah kalau itu istri saya punya lebih bagus.
Maaf.

Nenek menyusuri terik berliku
Roda-roda bergilir saling memburu

Nak, tolonglah
nenek butuh duapuluhribu untuk beli obat suami.

Berpengharapan dapati pemuda gagah
Menggapit istri cantik keluar restoran

Melirik
Acuh
Blam ferosa metalik menutup pintu

Lengan keriput mengusap dahi
Erangan suami pacu semangat
Gontai langkah

Lorong masih panjang
Sengatan mentari membara

Tolong, suamiku lelah
sendiri di rumah
Pias pasi

Nenek.
Jerit penjual jamu gendong
tergesa menyorong lengan menadah

Segelas temulawak manis segar ditenggorokan
Wanita tua menatap penjual jamu muda

Dimana rumah nenek
Perempuan muda kokoh biarkan lengan jadi sandaran

Nenek jual ini untuk beli obat suami
Hanya dupuluhribu, tolonglah nak
Melolong

Nek duduklah, minum lagi ini
Mungkin keuntungan hari ini dapat menolong

Trimaksih nak.
Lunglai.

Nenek.
Bagaimana membantu suamimu.

Diam.

Di pinggir Ciliwung
Ratusan Satpol DKI menggerus rata.

Tiada teriak
tiada langkah
hanya bunyi bolduser

Cermin persegiku jam tanyang usai.


Jakarta, 20 November 2008.
Roberth




( Salut buat om robert !!! :sinchan )

read more “Dalam Cermin ku, persegi”

sekedar menggurat gurat..

Posted by dini yudhystira 4.04.2009

tau kah kau aku sedang gundah..
sungguh aku ingin marah dan memaki
tapi rasanya lidahku tercekat kelu

taukah kau aku ingin sekali menangis..
sungguh ingin biarkan air mata ini mengalir
namun tak sedikitpun ku biarkan ia menetes..

aku harus tegar dihadapanmu
senantiasa menebar senyum
bertahan dalam kesakitanku..

hingga saat itu tiba..
saat aku hanya terdiam sendiri
dalam sepi dan hening malam

saat itulah ku tumpahkan semua
sgala amarah, gundah dan kecewa
tertumpah dalam tangis tanpa isak..

read more “sekedar menggurat gurat..”

Post Link

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda FazaniDistributed by CahayaBiru.com

VIDEO