KAMU SUAMI DAN ANAK-ANAKMU

Posted by ui.... 4.01.2009

Dengan nama Allah. Dia Maha Pengasih. Dia Maha Penyayang

Jika dia menghendaki bahwa engkau akan memiliki anak,

maka sesungguhnya Dia juga Maha Kuasa

sehingga mudah bagi Nya untuk terjadilah yang demikian itu nanti.

Mereka yang datang dari sisi Nya adalah itu anak-anakmu.

Anak-anak yang memang sudah lama kau maui,

anak-anak yang sudah lama kau ingini, ya, Ros ya.

Anak-anak yang lalu hampir sering membuatmu lebih ingin terus di rumah.

Anak-anak yang malam itu bersamamu berkumpul di ruang tengah.

Mungkin sedang menonton televisi, mungkin sedang belajar bersama

Tetapi sesungguhnya kamu sedang rindu, ya, Ros, ya. Sedang gelisah,

sama sebagaimana halnya anak-anakmu juga merasa begitu

karena suamimu, ayah mereka, belum juga dia tiba.

Sedangkan perasaan cemas oh lama-lama menjadi semakin kurang ajar,

Dan berani mengacak-acak setiap benda apa pun yang kalian lihat di sekitar.

Gerimis pelan-pelan menurunkan dirinya sendiri di luar,

Maksudnya ingin memberi sedikit ada aksen pada malam kalian

sehingga dengan begitu mudah-mudahan akan indah,

sehingga dengan begitu mudah-mudahan akan bagus,

dengan membentuk dirinya sendiri menjadi berupa arsiran kecil yang bening

setiap dia melewati sinar lampu di depan rumahmu.

Nyatanya itu, ya, Ros, ya

nyatanya malah menyebabkan rindu kalian menjadi semakin subur.

Ya, bumi berputar, berputar menggulung helaian waktu yang panjang,

Suamimu yang pagi tadi pergi bersama matahari

lalu pulang menurut perhitunganmu, diantar oleh pintu sampai ke rumah

Kamu,

ya kamu, Ros,

senang sekali jadinya

seolah-olah sama senangnya seperti dulu

Seperti dia datang apel menemuimu.

Anak-anakmu senang juga menyambutnya

seolah-olah sama senangnya seperti tanah

menyambut hujan.

Suamimu membawa oleh-oleh berupa ciuman untuk anak-anakmu

Dan memeluknya. Dan menyenyuminya. Dan memesrainya.

Serta merta seluruh isi rumah kemudian menjadi tertib kembali

Jangan cemburu kamu,

iya kamu, jangan cemburu

karena kamu, di jauh agak malam,

lebih-lebih lagi setelah anak-anakmu berangkat tidur,

kamu bisa mendapati dirinya lebih, lebih selebih lebihnya.

Suamimu, ya ya ya, ayah anak-anakmu,

mengantar mereka untuk menemui mimpinya

dalam tidur mereka yang tentram

karena begitulah ayahnya

karena begitulah ibunya.

Tidur di kamar mereka yang bagus

karena kamu sangat sayang sama mereka.

Dan kamu bersama suamimu memiliki kamarnya sendiri

yang juga bagus, yang sama bagus

karena kalian sangat banyak uang untuk bisa begitu.

Kamarmu yang telah memisahkan kamu dari orangtuamu

Pergi dengan pakaian pengantin.

Malam adalah apa terserah orang mau bilang

Tapi itu telah tiba saatnya kamu menguasai suamimu.

Menguasai dirinya dengan menyerahkan dirimu dalam kuasanya.

Dan membiarkan dia memagutmu untuk yang keseribu juta kalinya

dihitung sejak pertama kali dia melakukannya di beranda rumahmu

di beranda istana kerajaan sunyi oh

Suamimu lalu akan menghitung setiap helai rambutmu,

Seolah-olah sengaja tidak juga kunjung berjumlah

agar dia selalu bisa menghitungnya setiap malam.

Mengecek lobang pori-porimu juga,

seperti dia takut kalau-kalau hilang satu,

dari mulai nun di hujung kakimu

menyusur hingga tepat sampai di pusatmu

dan mengatakan segalanya agar ada yang kuat berdesir

untuk mengantar sampai benar-benar suamimu menyambungkan bagian dari

dirinya pada bagian dari dirimu

untuk melayang bersama-sama.

Menembus lapisan-lapisan atmosfir

Waktu bisa melipati dirinya sendiri

agar tidak usah merepotkan tidurmu

tahu-tahu hari sudah menjadi pagi di matamu

dan matahari muncul lagi tapi tidak ada janji dengan suamimu,

ia datang untuk memberi kalian kursi di serambi rumahmu itu

karena hari sedang minggu dan kalian duduk di sana juga

Duduk ya duduk, Ros, ada suami di sampingmu.

Anak-anak bermain di depan kalian dan riang

Seolah-olah mereka harus begitu untuk kalian mengenang masa sebelum itu.

Masa-masa yang lalu

saat orang di sampingmu itu masih belum menjadi suamimu

Saat masih suka datang menemuimu untuk setiap malam minggu

yang malam minggu kali ini, dia datang dan memberimu secarik kertas

berisi puisi yang kau baca ini,

yang dia bikin ini

untukmu.

Bandung 1996

PIDI BAIQ

http://pidibaiq.multiply.com/journal
"love it" sunguh...sungguh..sungguh


8 comments

  1. ui.... Says,

    pengen punya satu yg seperti ini... :o
    buat ku sendiri :)
    dimana bisa nemu nya yah...:$ :o :?
    indah nyo..indah nyo...
    serius inih... hi.hi.hi

     
  2. rhany7201 Says,

    :D rhany tauuuuu sekarang.....
    bila kita memberi komentar diposting yag kita buat....maka ada warna latar yg berbeda dibanding dengan komentar yg lain da itu menandakan kita mengometari jawaba atau tulisan kita sendiri...:$
    makasih budeeewww UUUIIII....:)
    rhany jadi gk bingung lagi dech :D

     
  3. ui.... Says,

    ach.... aku jadi malu....:$ knapa juga yach g jls malu karna apaan :(
    bener juga rahny bilang ui juga baru nyadar kembali kasih ya ponakan ku sayang....
    kau telah bukakan mata ku :((:o
    hwk...hwk...hwk... tambah g jls :)) :f

     
  4. rhany7201 Says,

    :? :s :f :D :$

     
  5. diniachmad Says,

    :s
    heuheu..aku juga mau ui yang kaya begini..
    apa daya dapetnya laen.. :((
    tapi yaa tetep alhamdulillah aja..
    tapiiii..seru juga kalo tiap hari bisa ketawa2 ngeliat kelakuan si surayah..hahahahaha...
    :))

     
  6. ui.... Says,

    oh..oh... dimana kah surayah ku...:?
    siapa derangan yg bakal panggil aku suribu :o
    buatin aku puisi kayak begitu....:(
    ah...... ktawa sajalah....hak..hak..hak:)) :)) :))

     
  7. hehehe....cerita yang bagus... :))
    kepengen bisa jadi surapap, surabe, surabah, surapak, suraded...halah.... :o :@ sekarang yang masih nempel suram-suram aja kayaknya :))

     
  8. ui.... Says,

    sekalian surabi nyah manah ..eunak lho... :)
    surem :(:f

     
:f :D :) ;;) :x :$ x( :?
:@ :~ :| :)) :( :s :(( :o

Post a Comment

Post Link

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda FazaniDistributed by CahayaBiru.com

VIDEO